(BEKASI) – Dewan Pendidikan Kota Bekasi akan mengirimkan anggotanya untuk memantau kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi Adhy Firdaus menyusul adanya peserta didik di SMAN 10 Bekasi yang bermain di luar kelas saat jam belajar masih berlangsung.
“Saya akan kirim anggota dewan pendidikan ke SMAN 10, untuk memantau langsung KBM di sana,” kata Adhy.
Adhy meminta kepala sekolah dan guru SMAN 10 agar perduli kepada siswanya yang bermain di luar kelas di saat KBM berjalan.
“Di ekspos saja nama sekolahnya. Harus ditunjuk hidungnya sekolah tersebut yang tidak memperdulikan murid. Jadi to the point aja,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Dedi Junaedi menjelaskan, jika siswa bermain di saat KBM dipastikan gurunya tidak ada.
“Kalau siswa di dalam sekolah yang salah kepala sekolah dan guru. Kan murid bisa disuruh masuk semua oleh guru tersebut, emang mereka nggak ada ruang belajarnya? Sekolah pasti ada ruang belajarnya. Dan itu pasti gurunya ngak ada,” kata Dedi kepada Bekasi Ekspres di ruang kerjanya.
Dedi menambahkan, siapa yang tidak memperdulikan muridnya bermain di saat jam belajar, kepala sekolahnya akan dipanggil.
“Jika ada sekolah negeri lain yang sama seperti SMAN 10 akan kita panggil kepala sekolah tersebut. Dan Kepala SMAN 10 sudah kita panggil. Bahkan kepala sekolah sampai mengatakan tahu dari mana media bisa mendapatkan gambar seperti itu,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, peserta didik di SMAN 10 bermain di saat KBM berlangsung, hal tersebut ditenggarai bisa terjadi lantaran over kapasitas saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2012 ini sehingga guru menjadi kurang rasa peduli dan tidak bertanggungjawab terhadap kualitas pendidikan.
“Saya akan kirim anggota dewan pendidikan ke SMAN 10, untuk memantau langsung KBM di sana,” kata Adhy.
Adhy meminta kepala sekolah dan guru SMAN 10 agar perduli kepada siswanya yang bermain di luar kelas di saat KBM berjalan.
“Di ekspos saja nama sekolahnya. Harus ditunjuk hidungnya sekolah tersebut yang tidak memperdulikan murid. Jadi to the point aja,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Dedi Junaedi menjelaskan, jika siswa bermain di saat KBM dipastikan gurunya tidak ada.
“Kalau siswa di dalam sekolah yang salah kepala sekolah dan guru. Kan murid bisa disuruh masuk semua oleh guru tersebut, emang mereka nggak ada ruang belajarnya? Sekolah pasti ada ruang belajarnya. Dan itu pasti gurunya ngak ada,” kata Dedi kepada Bekasi Ekspres di ruang kerjanya.
Dedi menambahkan, siapa yang tidak memperdulikan muridnya bermain di saat jam belajar, kepala sekolahnya akan dipanggil.
“Jika ada sekolah negeri lain yang sama seperti SMAN 10 akan kita panggil kepala sekolah tersebut. Dan Kepala SMAN 10 sudah kita panggil. Bahkan kepala sekolah sampai mengatakan tahu dari mana media bisa mendapatkan gambar seperti itu,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, peserta didik di SMAN 10 bermain di saat KBM berlangsung, hal tersebut ditenggarai bisa terjadi lantaran over kapasitas saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2012 ini sehingga guru menjadi kurang rasa peduli dan tidak bertanggungjawab terhadap kualitas pendidikan.














0 komentar:
Post a Comment